Showing posts with label Living life. Show all posts
Showing posts with label Living life. Show all posts

Tuesday, December 07, 2010

The Temper Trap: 12.11.10, Tennis Indoor Senayan




This concert was super awesome! I don't know it is just me because i'm kind of a big fan of them or people do agree that Temper Trap at that night has great performance. I came with my friends, Dolly and Novi. I think too many opening guests, Efek Rumah Kaca, Dj Hogi and Dipha, James Yuill, and none of their performance i really enjoy. I was too excited about Temper Trap. But actually, James Yuill  is interesting. With his English Folktronica music, he's so good at playing some instruments such gitar, synthesizer, or electro keyboard meanwhile he keeps singing.
10 pm and here it is The Temper Trap is on the stage! It was "Rest" as the first song if i'm not mistaken. And Dougie is so fantastic in "Drum Song", he played drum with some water effects. He's so lovely also, he always said that he's so proud for being Indonesian and so glad came back here. Well, the last song Science of Fear. Woohoo! I really really love this one, and start sing along.. Brakes on, brakes on.. The car is running empty..


  



Sunday, May 30, 2010

Hawa yang menanti.


Di sepertiga malam, di taman firdaus yang tak bernama, seorang Hawa duduk didepan gubuknya yang beratapkan jerami menguning. Matanya yang bulat tapi sudah begitu nanarnya tak pernah lepas dari hutan khuldi yang terhampar di seberang. Selalu begitu setiap malam, tak berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Jika lelah memandangi hutan khuldi, maka mata Hawa akan berpaling ke langit malam yang penuh dengan sinar-sinar kecil. Ia terus melakukan itu sampai warna malam telah pudar. Sampai-sampai Hawa memberi nama ke semua titik sinar di langit.
Malam ini, Hawa yang berjalan perlahan keluar gubuk menaruh tubuhnya di atas tikar yang dirajut dari serabut ilalang yang banyak tumbuh di samping gubuknya.  Matanya kembali tertuju pada hutan khuldi di seberang. Air matanya mulai mengalir, perlahan lalu menjadi deras. Hawa tak kuasa menahan gulana di dadanya. Badannya berguncang diiringi dengan isak tangis yang begitu syahdu, di sepertiga malam. Sendiri. Hidupnya koma, jiwanya kosong. Kegelapan merangkulnya begitu lekat. Isak Hawa sudah mereda, namun tangisnya belum kunjung selesai. Hawa menangis tanpa suara. Matanya mensiratkan kepedihan yang mendalam.
Tiba-tiba seekor kunang-kunang terbang rendah mengitari Hawa. Dan menyapa Hawa.
“Selamat malam, Wahai Hawa.”
“Malam kunang-kunang kecil,”
“Kenapa wajahmu begitu sedih?”
“Aku menanti, Wahai kunang,”
“Apa yang kau nanti, Hawa?”
“Adamku, kunang,”
“Dimana dia?”
“Di dalam hutan khuldi,”
“Bukankah itu hutan terlarang, Wahai Hawa? Mengapa Ia kesana?”
“Ia tersesat..”
“Dan kau menunggu orang yang tersesat, Hawa?”
“Ya, kunang,”
“Bukankah kau tak tahu kapan Ia akan keluar? Hutan itu terlarang, Hawa. Kelak ribuan burung ababil akan menjatuhkan batu-batu api di hutan khuldi itu. Barang siapa yang masuk ke dalamnya niscaya bukanlah orang yang patut kau nanti, Ia pasti akan terbuai di dalam surga khuldi yang begitu fana. Jadi untuk apa kau menantinya, Hawa?”.
“Untuk menghidupkan hidupku kembali, kunang,”
“Apa maksudmu, Hawa?”
“Kunang, aku tidak cukup kuat untuk kesenangan dan manisnya kehidupan. Karena aku kosong. Aku ingin dapat terbang seperti dulu lagi, tapi bagaimana mungkin, sayap-sayapku telah patah.  Aku ingin merasakan cahaya mentari yang begitu kurindukan, dan itu juga tidak mungkin karena matahariku tidak disini,”
“Apakah dengan menanti Adam akan terhapus semua penderitaanmu Hawa?”
“Tentu saja tidak dengan menanti, kunang, tapi dengan datangnya Adam. Sebab dia yang akan mengajariku untuk mengerti manis dan indahnya hidup kembali. Ia yang akan menuangkan kasih di jiwaku yang kosong ini. Ia yang akan meminjamkanku sayap-sayapnya agar aku dapat terbang lagi. Dan Ia yang akan menyinari tapak jalanku dan mengusir kegelapan jauh-jauh dari kehidupanku,” Hawa berkata dengan nafas yang terburu-buru dan seketika tangisnya mulai pecah lagi.
“Sabarlah Wahai Hawa. Terangi jalannya dengan cintamu yang begitu besar, agar Ia perlahan dapat melangkah keluar dari hutan khuldi itu. Dendangkanlah tangismu seakan menjadi lagu syahdu sebagai pengantar tidurnya dan akan membangunkannya di pangkuanmu. Panggilah namanya di setiap kau menghela nafas, Wahai Hawa, niscaya dia akan mendengarnya dan merasakan hembusan nafasmu,”
Hawa menghapus air mata di wajahnya. Kemudian menangkap kunang-kunang kecil itu dan meletakkan di atas telapak tangannya yang berwarna pucat.
“Ya, kunang, aku akan melakukannya di setiap hela nafasku..”


teruntuk “Adamku” di luar sana..




I wrote this years ago. Thanks to Khalil Gibran for giving me inspiration.






Thursday, April 22, 2010

Surprise in the morning.


I woke up this morning and doing my routines; checking email, look at my twitter's timeline, and bla bla bla. Then i remember about exhibition room in Coldplay official website. I submitted my painting about two weeks ago. Here's their rule, they pick one piece of art in every weekday. I'm hoping they would pick mine to go up on their homepage, but you know, everyone all over the world submitted their piece also, and i believe they much more talented or artful or skillful than me. So i'd forget about this. But when i go to Coldplay website this morning.. Surprise! I found mine on their homepage! It's 21.04.10 exhibit! Even they just will put it for few days, i'm super happy since i'm a huge fan of them. 
Anyway, i'd like to say thank you so much to the man in my painting. I'm not gonna tell much about that painting here, but one thing, i don't do painting unless the object has a meaning in my life. :)




Saturday, April 10, 2010

Meet me, Oshin! :)


This is Oshin. One of my 4-year-old neighbour. Actually that was her first visit to my house. And the red one is Echa. That was her hundred visits to my house. We're close enough, she's like my younger sister. 
Well, i'm about excited to know this Oshin one. One word describe her: CLOWN. Seriously, she's soooo funny. In Indonesia there's kind of comedy called ngelenong, and this little girl seems like always doing that. LOL. Very energetic, polite, fun, smart, and brave. I don't know her real name. People call her Oshin because her slanting eyes. And one thing, she has very funny voice. I could laugh aloud even just for thinking about her. 
These two little girls love to play some games in my notebook, so i gave them the condition: i'd let them to play those games as long as they want to, but i want to take their photos before. They accepted it, even more than that. They're so enjoying the photo session and they forgot about the games. Hahahaha kiddie..




Wednesday, March 31, 2010

Kings of Convenience Live in Ritz Carlton Jakarta 28.03.10.


Saya dan teman saya, Dolly, memasuki ballroom Ritz Carlton Pacific Place sekitar pukul enam malam. Dari situ sudah tercium penjagaan yang begitu ketat jika dibanding dengan konser-konser lain yang pernah saya datangi. Di gate pertama saja ada beberapa pengecekan, dari mulai cek karcis, cek tas, penceplokan stempel tanda masuk, kemudian lanjut dengan cek badan yang harus sampai angkat-angkat tangan segala. Ketika masuk antrian sudah lumayan panjang, kami berdua pun hanya bisa pasrah berada di urutan paling belakang. Tak lama kemudian, anehnya, well bukan aneh lagi, ini super duper aneh, seorang panitia perempuan teriak-teriak dengan memakai "urat" dengan perintah yang membuat seluruh orang  mengernyitkan dahi; "Antrian cewek dan cowok dipisah ya! Cowok ke sebelah sana sekarang!". Saya benar-benar tidak mengerti maksudnya dan tujuannya apa. Jadilah saya dan Dolly terpisah, dan lebih menyebalkannya lagi barisan cowok lebih di depan dekat pintu masuk ballroom. Kalau ini dimaksudkan agar tidak terjadi dorong-mendorong antara cewek dan cowok, just FYI ya, wanita kalau soal selak-menyelak lebih beringas daripada cowok. Kalau gak percaya, lihat saja di acara midnite sale atau sale apapun lah. Pasti mengerti. Sama seperti saya. Ternyata di bagian depan dekat barisan cowok ada pula antrian cewek, maka saya pura-pura menemui teman saya itu, saya yakin begitu pintu ballroom dibuka antrian pasti kacau balau tidak dua baris lagi dan saya bisa nyelip masuk ke dalam antrian. Pada akhirnya memang itulah yang terjadi, tepat seperti perkiraan saya. Bahkan saya bisa masuk jauh lebih dulu dibanding teman saya yang cowok. 
Acaranya sangat ngaret! Seharusnya sudah mulai pukul setengah tujuh malam, tapi baru mulai pukul delapan. Dibuka oleh Hollywood Nobody, band asal Bandung jebolan LA Lights Indie Fest yang mengusung genre indie-pop-bossanova. Menariknya, mereka mencover lagu Love Song milik The Cure dan itu menjadi single andalan mereka di album mereka yang akan launching 17 April besok. Cukup berani untuk sebuah band baru "mengambil" lagu populer yang mendunia, tapi menurut saya pribadi dengan balutan gaya bossanova, well done for them! White Shoes and The Couple Company yang giliran tampil berikutnya, dilanjutkan dengan Jens Lekman. I think Jens' performance isn't good enough, karena suara false terdengar dimana-mana. Ditambah he didn't bring the band, hanya seorang wanita yang memainkan perkusi seperti traditional drum, jadi menurut saya pertunjukkan menjadi kurang hidup. 
Akhirnya sekitar jam sepuluh lewat the main artist keluar juga. Saya begitu terpesona melihat ketampanan Eirik, meski dia terlihat agak letih karena sedang sakit. Kebetulan posisi saya lumayan dekat dengan panggung, tapi sayangnya agak di samping. Overall, performance mereka sangat rapi, dari segi vokal sangat baik, dan saya sangat terpesona dengan permainan gitar mereka. Saya kasih bintang lima! Sementara Eirik lebih terlihat kalem, Erlend lah yang begitu atraktif dengan penonton, ditambah gaya autisnya yang tak jarang mebuat penonton tertawa, but absolutely he's a very genius musician! 
Yang sangat disayangkan, hasil foto yang diambil oleh teman saya tidak begitu bagus. Ceritanya, digicam teman saya harus rela dititipkan di tempat penitipan barang, karena penjagaan yang super ketat itu tadi. Jadilah foto dan video menggunakan kamera ponsel ala kadarnya. Ketika konser sedang berlangsung seorang wanita pun ditegur dan diminta menitipkan kamera di luar ruangan karena ketahuan mengambil gambar dengan kamera digital. Agak heran sebenarnya kenapa para penonton tidak boleh mengambil gambar di kebanyakan konser, kan saya sudah bayar. Kalau kemudian para penonton diberikan dokumentasi gratis seperti misalnya disediakan faslitas mendownload foto-foto selama konser di suatu wadah, sih gak apa-apa! Tapi nyatanya kan tidak begitu. We just need to keep the memories, wahai promotor konser! Walau begitu, saya pulang dengan hati senang, karena konser KoC ini saya rasa merupakan salah satu konser yang dapat membuat saya tersenyum puas! ☺





Tuesday, January 19, 2010

Cloudy with a chance of love.

I remember.
When I was a kid, my mom always sing a song before i go to sleep. One of my and her favorite song is "Kulihat awan". It has a sad tone. I think the lyric gotta be like this:

Kulihat awan
Seputih kapas
Arak berarak dilangit luas
Andai kudapat
Kesana terbang
Akan kuraih kubawa pulang

And yes, i miss my childhood minutes.



Tuesday, November 17, 2009

My pony.. My pony.. Where are you?


A little girl, loosing her pony..
Her little pony grows up into a perky uniqorn..
Pony was too happy to see the new world that he never seen before..
He's gone away, run, run, and run.. 
Leaving that little girl..
The little girl looking for her pony anywhere..
To the hills and to the seas..
Days, months, and a year..
She's counting, "It's 1 year, 7 months, and 17 days.."
"My pony, don't you miss me?" 
The little girl finally stop looking for her pony..
She's going home..

She's waiting there..




Wednesday, November 04, 2009

Note from a Britney.


Hello, 
my name is Britney. 

I'm lost now. 
In the middle of Jakarta city.

My Mommy, i love her.
She rescued me when i was trapped above her bedroom's ceiling.
She named me Britney. [Yes, after that famous singer :D ]
Because i have blonde hair.

Months ago.. 
She was so busy all day. 

No feed me, no play a ball with me, no sing a song for me.

Yeah, because of her skrip~ skrip what? 
Umm, what she called it? O, "skripsi" or something..

She left me in her neighbour. That girl was so kind.
But i didn't feel at my own home. I miss my real home. I miss my Mommy.

I can't stand it. My Mom didn't care about me anymore.

So i runaway.

Hi Mom, i'm fine here..

Like i said, I'm somewhere in Jakarta, still Jakarta, Mom.
Don't worry.

I met Justin couple weeks ago. 
A very good looking cat.
I'm in love with him. [Is it okay, for a kid like me, being in love?]

I don't have any cellphone, so i'll just leave notes for you.

I'll be back to my my home someday Mom.. :)
Don't worry.
Doooon't worry.

Don't worry. [I've to say it thousand times]

Love you Mom!

Hugs and kisses,
Britney ♥

Wednesday, October 21, 2009

I love you, in a really, really big pretend to like your taste in music, let you eat the last piece of cheesecake, hold a radio over my head outside your window, unfortunate way that makes me hate you, love you.




Okay, seems like it's too long for the title, right? But that's the point on my posting anyway. Untuk orang-orang yang hobi nonton serial tv Grey's Anatomy mungkin pernah mendengar judul postingan saya diatas. Di episode itu Meredith (atau Grey, sama saja) mengatakan kalimat yang sama persis dengan judul postingan ini kepada Derek. Bisa dilihat kan, Meredith loves Derek so much sampai-sampai mau berusaha suka apa yang Derek suka padahal Meredith ngga suka sama sekali. Kalimat lanjutannya, kalimat pamungkasnya Meredith yang melegenda di dunia "per-quotes-an": SO PICK ME, CHOOSE ME, LOVE ME. Damn, do you think Meredith just throw herself alone with those words she said? Kalau yang belum pernah nonton dengan lantang pasti menjawab "Absolutely!". Tapi saya pribadi, terkagum-kagum dengan apa yang dikatakan Meredith, berani banget ya Meredith.. Salute! Itu cuma ekspresinya seorang Meredith dalam mengungkapkan kecintaannya kepada Derek, apa salahnya kan?

Kita, seringkali mengalami situasi yang sama dengan apa yang dialami Meredith. When we fall in love to someone, sometimes we become "I love-what you love" person. Langkah pertama berusaha mengetahui hobi pasangan. Dan kemudian berpura-pura mempunyai hobi yang sama. Berpura-pura menikmati hal-hal yang disukai pasangan hanya demi menarik perhatiannya. Oh, salah satu dari kalian yang membaca postingan ini pasti tersenyum atau tertawa atau berteriak "That's me!". Well, okay.. Saya juga. Saya pernah melakukannya. Dia menyukai satu band. Saya tidak. Dikarenakan yang namanya jatuh cinta, saya berpura-pura menyukainya. Tapi untung saya tidak begitu lebainya sampai saya bicara berlebihan ini itu soal band itu. Saya hanya duduk manis, tersenyum, dan bicara secukupnya "Iya, enak..".

Saya tidak mau membicarakan dari sudut pandang telah melakukan sebuah kebohongan. Bukan, bukan itu pointnya. Saya lebih tertarik bagaimana Meredith (atau saya atau siapapapun itu yang juga melakukan kebohongan tipe ini) berkorban demi orang yang dicintainya. Berkorban? Pasti ada yang berpikir terlalu pagi untuk mengkatekagorikan itu sebuah pengorbanan. But have you ever heard that a small thing surely posible become a big thing when it's all about the L word (love anyway..)? Ok, tidak perlu didengar, harusnya dirasakan. Seorang pria mengantarkan pasangannya berbelanja, pretending everything's okay, padahal sudah bosan dan pegal setengah mati. It's a small sacrifice, (it's a small lies also, but hey it's a white lies ^.^) but it means a lot to your loved one. Teman saya, seorang wanita menemani pasangannya bermain basket, padahal ia sama sekali tidak suka; sudah panas, lama, gue nunggu sendiri lagi di pinggir lapangan. Tapi kenyataanya ia tetap melakukan itu berulang kali dan berpura-pura menyukai apa yang dia jalani di depan si pria. And again, it's a small sacrifice, but it means a lot to your loved one.

Saya bukan menyarankan agar menjadi orang yang suka berpura-pura. Tapi terkadang untuk beberapa hal kecil, do the white lies is fine.. :)


Thursday, October 15, 2009

I have no reasons.

pic by cat woman_amy

People do this or that things because of some reasons. My friend has a big crush for a guy for a reason; “He always remember the details, and I love it!”. Another friend resigned from her work because she wants to be a housewife. Another friend decided to propose his ex-girlfriend because he said he falling in love since the girl painted him in a canvas of love. A too dramatic reason, but it his own reason, what could I say? Everyone get their owns reason. No matter it good or bad.

So do I. I resigned from my work because of these reasons: I had the worst GPA ever since I did work, I’ve to prepare my skripshit, the office’s stuffs, and a personal reason. I am choosing the Britney thing on my skripshit because I think I should have a bid of ‘fun stuff’ on that heavy-damn-job, to make some colors on it. I’ve decided to wore the short not the skirt yesterday because I’ve inspired by Woori. Yea, did you see that? Every single thing that we’ve done has reasons.

I’ve found that sometimes, well not sometimes, rarely, we having no reasons for things that we’ve done or happened in our life. I’ve been falling in love with a guy. I really don’t know why-oh-why I could fall in love with him. Okay he’s fun to be with, but hey, some friends could do that. His physic? Duh, I don’t care about the physical things. His “I don’t care to anything-attitude”? Haha, it might be, but I don’t think so. His musicality? Yes a bid of, but doesn’t enough to be a reason. The way he talks? The way he makes a joke? The way he moves? The answer: No, no, and no! Then I stopped looking for the reasons. I don’t really need it. So if he changes to someone who doesn’t have my–reason-to-be-in-love, then my feeling won’t change. Is it makes a sense? :)

Friday, October 07, 2005

just a memory.









pic from womanaround.com

"i love your morning greetings dgn suara nyawa blm ngumpul, kangen bgt" [08:13:29, march '05]