Sunday, January 24, 2010

Postman Pat! Postman Pat!

Do you remember Postman Pat? Yes, this is my favoooorite  old Britain animation. I remember, when I was a kid i'm always excited waiting this show on TV. I love this serial TV setting, looks so peaceful. And i'm also want the postman pat's red van! Hahaha. That's so cute van i thought. Most of all, i really heart its theme song. Ugh, i gotta download all episodes from Postman Pat! Hahaha. Well, let's singing..

Postman Pat, Postman Pat,
Postman Pat and his black and white cat,
Early in the morning, Just as day is dawning,
He picks up all the post bags in his van.

Postman Pat, Postman Pat,
Postman Pat and his black and white cat,
All the birds are singing, and the day is just beginning.
Pat feels he's a really happy man.

Everybody knows his bright red van,
All his friends will smile as he waves to greet them,
Maybe... You can never be sure,
There'll be knock...[knock knock] Ring [ring ring]
Letters through your door.

Postman Pat, Postman Pat,
Postman Pat and his black and white cat,
All the birds are singing, and the day is just beginning.
Pat feels he's a really happy man.

Pat feels he's a really happy man.
Pat feels he's a really happy man.

(Hum tune to end)




And, yea! I found the website, totally cuteeee! Really miss Postman Pat.. Postman Pat..


My boyfriend's blazer makes me wow.

Wednesday, January 20, 2010

I ♥ Looklet: Ay Ay Captain!


Boots by Caterpillar
Shorts by Mike & Chris
Blouse by H&M
Vest by LA Made
Bracelet by Francesca Romana Diana
Bracelet by Aloha Mi Lajki
Bracelet by Vintage
Ring by H&M
Necklace by Topshop
Hat by Kalika
Mask by Kalika


Tuesday, January 19, 2010

Cloudy with a chance of love.

I remember.
When I was a kid, my mom always sing a song before i go to sleep. One of my and her favorite song is "Kulihat awan". It has a sad tone. I think the lyric gotta be like this:

Kulihat awan
Seputih kapas
Arak berarak dilangit luas
Andai kudapat
Kesana terbang
Akan kuraih kubawa pulang

And yes, i miss my childhood minutes.



Friday, January 15, 2010

I ♥ Looklet: Fashionlutely yawnie.



Boots by H&M
Bikini by Salinas
Shorts by American Apparel
Bracelet by Calvin Klein
Ear muffs by Monki
Bracelet by Chanel
Braceelt by Cornelia
Scarf by Zara

Monday, January 11, 2010

a light.





Hari ini saya mulai bekerja di kantor baru saya. Sebagai seorang Account Executive di sebuah agensi periklanan multinasional yang cukup kompeten di Jakarta. Hari pertama ini saya memakai kemeja model kimono berwarna putih dan celana jeans panjang berwarna biru gelap.

Masih jam sembilan. Dan saya tahu jam segini untuk ukuran kantor agensi periklanan masih termasuk waktu subuh. Bahkan meja resepsionis di lobi depan pun masih kosong. Seperti kuburan saja, celetuk saya dalam hati. Saya lalu duduk di sofa empuk berwarna merah dan mengambil ipod dari dalam tas saya. The Beatles. Kaki saya mulai bergoyang-goyang ketika mendengar lagu Day Tripper. Mata saya lalu melempar pandangan ke seluruh pelosok ruangan. Ruang lobi ini berwarna-warni. Dinding bagian kanan dan kiri saya berwarna merah. Sedangkan dinding bagian depan dan belakang berwarna oranye cerah. Antara ruang ini dan ruang di sebelahnya hanya dibatasi rak-rak berbolong-bolong berbentuk segi enam, seperti sarang lebah. Di setiap bolongannya dipajang beberapa action figure seperti Superman, Batman, dan para personel band Kiss, serta beberapa die cast yang tersusun rapi.  


Seorang perempuan berumur pertengahan dua puluhan masuk ke ruang lobi dengan tergesa-gesa. Membawa satu tas besar berwarna coklat tua yang disampirkan di bahu sebelah kanan dan satu buah tas jinjing kecil berwarna pink di tangan kirinya. Iya melempar senyum kepada saya ketika bertemu pandang dengan saya. "Ya mbak, bisa dibantu?". Iya menunggu jawaban dari saya sambil masuk ke meja di depan saya dan menaruh barang-barangnya. Saya pun juga menunggu untuk menjawab sampai prempuan itu selesai "bebenah". 
"Saya Lana, mbak. Hari ini pertama masuk." jawab saya akhirnya, sambil mengulurkan tangan saya pada perempuan di depan saya.
"Oh, Mbak Lana. AE baru ya? Ditunggu sebentar ya, aku hubungi Office Managernya dulu.."
"Okay.." saya menjawab singkat, sambil kembali duduk.

Hari pertama kerja pasti bagi sebagian banyak orang bukan merupakan hari yang indah. Masih harus beradaptasi dengan pekerjaan, partner kerja, dengan suasana kantor dan segala kebiasaannya. Saya pun begitu. Saya hanya berharap jam pulang segera tiba. Tapi, lagi-lagi, mana ada sih di sebuah agensi periklanan pulang jam enam teng? Saya pun hanya memandang layar laptop di hadapan saya dan kembali ngobrol dengan teman-teman saya lewat dunia maya.

Ini sudah pukul sembilan malam, dan jalan masih begitu macet. Oke, ini bukan macet lagi. Berhenti total.  Saya tidak bisa mebayangkan masih panjangnya perjalanan saya, dari kantor saya yang berada di Jalan Gatot Subroto, menuju rumah saya yang berada di daerah Pasar Minggu. Iseng-iseng saya mengirim tweet (istilah untuk sebuah pesan di Twitter):  Gatsu depan Bulog, istirahat di tempaaat, grak!!

Jam dua dini hari.
Saya berbaring di tempat tidur saya dengan mata yang masih terbelalak lebar. Padahal besok harus  datang ke kantor pagi-pagi sekali. Ada meeting dengan klien yang kantornya super duper jauh, di daerah  Kota, pukul sembilan pagi. Dan diwajibkan datang ke kantor terlebih dahulu pula. Mengingat saya AE baru, jadi saya masih harus 'ditemani' Account Manager saya. Saya jadi ingat, dulu seorang teman saya, pernah memberi saran yang cukup menarik: "Kalau susah tidur, coba deh inget-inget apa yang dialami sepanjang hari secara mundur,  relive reversely..". Karena waktu itu saya sedang tidak ingin tidur, maka dari setahun yang lalu teman saya berceloteh perihal "obat tidur" itu, sampai hari ini, saya belum pernah mengikuti sarannya. Dan sepertinya malam ini saya akan mencobanya: sekarang saya berbaring di tempat tidur - makan sebungkus sate padang yang tadi saya beli di jalan - menelfon sahabat saya, Aira yang sedang patah hati - bermacet-macet ria di jalanan kurang lebih satu jam dan hampir diserempet motor! - dikantor, dan sebelum pulang saya bertemu Account Director tim saya yang seperti nenek sihir - Iiih nenek sihir itu.. Nightmare! Begitu saya mengingat Acoount Director saya biasa dipanggil Mbak Rey, saya menyudahi 'aktifitas unik' saya itu. 
Dan terlelap.



Friday, December 25, 2009

Flip the world vertical..

pic by winda

I see the sunlight 
I see the rain
I feel the river flow like it's running through my veins
there is a fire it's burning
and I feel it's pain
there's a storm alive in the sky tonight
and we won't ever be the same
there's nowhere left to hide
your face
it's making a move for every place

Tonight we'll leave
I guess that's how it's gotta be
and the world, the world comes tumbling down
and I wish I could stay
but I know it will never be that way
and the world, the world comes tumbling down
the world comes tumbling down

I can't believe it
you'll never stay
but it's now too long and some got fall
but now there's nothing left to say
who makes the reasons
who tells us why
but if you would heard about you shout it out
I wish you leave me here to die
there's nowhere left to hide
your face
it's making a move forever if it ends


~ taken from Paolo Nutini - Tumbling Down


Monday, November 23, 2009

Light as light.

a-spare-time project


Light dances
Light flickers
Light sparks
Light marks you

Light can envelop you
Light can become you
Light does a lot of things


Feel,
as light as light..

Tuesday, November 17, 2009

My pony.. My pony.. Where are you?


A little girl, loosing her pony..
Her little pony grows up into a perky uniqorn..
Pony was too happy to see the new world that he never seen before..
He's gone away, run, run, and run.. 
Leaving that little girl..
The little girl looking for her pony anywhere..
To the hills and to the seas..
Days, months, and a year..
She's counting, "It's 1 year, 7 months, and 17 days.."
"My pony, don't you miss me?" 
The little girl finally stop looking for her pony..
She's going home..

She's waiting there..




Friday, November 06, 2009

a light.

bagian 1: saya seorang cahaya.
next: bagian 2: hari baru. >>


Saya menutup pembicaraan di telfon dengan kalimat pamungkas saya, "Kalau ada apa-apa, call me, anytime!".
Klik. 
Telfon pun saya matikan. 
Selang dua menit kemudian masuk sebuah pesan di ponsel saya. Saya mengambil kembali ponsel saya yang baru saya taruh di meja. Saya lalu membaca pesan tersebut: Lan, ketemuan dong! Lagi suntuk nih!
Tanpa banyak berpikir saya langsung membalasnya: Ok, tempat biasa ya. Satu jam lagi.

Nama saya Lana. Svetlana.
Dalam bahasa Rusia berarti cahaya.
Saya tidak begitu mengerti sih, kenapa kedua orang tua saya memberi saya nama yang artinya cahaya begitu. Apalagi menggunakan bahasa Rusia segala. Sungguh aneh. Bukan kata saya saja. Banyak orang yang mengernyitkan dahinya ketika mendengar nama saya. Alasannya bisa bermacam-macam: ada yang memang merasa asing mendengarnya, ada pula yang bingung bagaimana cara membacanya.
Dan saya juga bingung mengapa orang tua saya begitu pelitnya memberikan nama kepada anaknya sendiri. Hanya satu kata itu, Svetlana. Kalau dipikir-pikir dengan anjing keluarga kami saja lebih panjang nama anjing kami itu, Arthur Conan Doyle. Iya, seperti nama pengarang Sherlock Holmes. Padahal anjing kami, yang dipanggil Arthur itu, tidak punya ciri-ciri sama sekali seperti anjing detektif atau anjingnya seorang detektif. Arthur adalah anjing French Bulldog yang setiap hari kerjanya hanya main, makan, dan bermalas-malasan. Air mukanya juga tidak jauh beda dengan kelakuannya setiap hari: muka pemalas yang berlipat-lipat dan terlihat menyedihkan.

Sekitar satu jam kemudian saya sampai di "tempat biasa" yang saya maksud tadi. Sebuah kafe di pusat kota Jakarta, tapi tetap terasa sejuk karena banyaknya pohon-pohon rimbun di kafe ini. Jadi, kafe ini saya rasa mengusung tema outdoor cafe. Semua mejanya berada di sebuah teras besar yang dikelilingi dengan banyak pohon. Baiklah, mungkin juga bisa tema yang diusung kafe ini adalah go green!
Aira, teman saya yang tadi mengirim pesan kepada saya, sudah menunggu sambil menopang dagu dengan mimik muka cemberut. Matanya sembab dan berkaca-kaca. Hidungnya merah.
Begitu saya sampai di meja, spontan Aira memnggil nama saya tetapi dengan suaranya yang begitu lemah, "Lana..".
Tangisnya pun kemudian pecah. 
Namun tak bersuara.

Wednesday, November 04, 2009

Note from a Britney.


Hello, 
my name is Britney. 

I'm lost now. 
In the middle of Jakarta city.

My Mommy, i love her.
She rescued me when i was trapped above her bedroom's ceiling.
She named me Britney. [Yes, after that famous singer :D ]
Because i have blonde hair.

Months ago.. 
She was so busy all day. 

No feed me, no play a ball with me, no sing a song for me.

Yeah, because of her skrip~ skrip what? 
Umm, what she called it? O, "skripsi" or something..

She left me in her neighbour. That girl was so kind.
But i didn't feel at my own home. I miss my real home. I miss my Mommy.

I can't stand it. My Mom didn't care about me anymore.

So i runaway.

Hi Mom, i'm fine here..

Like i said, I'm somewhere in Jakarta, still Jakarta, Mom.
Don't worry.

I met Justin couple weeks ago. 
A very good looking cat.
I'm in love with him. [Is it okay, for a kid like me, being in love?]

I don't have any cellphone, so i'll just leave notes for you.

I'll be back to my my home someday Mom.. :)
Don't worry.
Doooon't worry.

Don't worry. [I've to say it thousand times]

Love you Mom!

Hugs and kisses,
Britney ♥

Thursday, October 22, 2009

My Sister's Keeper Movie: Hey, there's no a keeper inside!



Just one of my favorite novel. Cerita yang sangat menyentuh dan membuat dapat membawa diri kita seutuhnya masuk ke dalam cerita ini. Bagaimana seorang anak bernama Anna memperjuangkan hak atas tubuhnya sendiri. Anna memang dilahirkan dengan faktor kesengajaan ketika kedua orang tuanya memprogramkan dirinya lahir ke dunia ini hanya untuk menyelamatkan kakak tercintanya, Kate, dari penyakit mematikan. Dengan berbagai kemisteriusan dalam jalan ceritanya dan akhir cerita yang sangat mengejutkan, saya sampai menangis membaca cerita ini. Begitu mendengar novel ini akan diangkat ke layar lebar, saya sangat antusias untuk segera menontonnya. Sekitar beberapa bulan lalu saya akhirnya mendapatkan DVDnya. Dan kekecewaanlah yang malah saya dapatkan begitu selesai menonton film ini. Pertama, Sarah Fitzgerald, ibu dari Anna yang notabene seorang pengacara dan ibu rumah tangga diperankan oleh Cameron Diaz yang menurut pendapat saya lebih cocok mewakili karakter perempuan enerjik, sedikit nakal, dan "tukang have fun". Hmm, umurnya pun saya kira terlalu muda untuk seorang Cameron Diaz mempunyai anak-anak remaja. Bagian itu menurut saya terlalu 'maksa'. Kedua, dan ini yang sebenarnya paling membuat saya tidak terima, Kate lah yang meninggal di film ini! How come?? Sementara di novelnya Annalah yang akhirnya meninggal, dan itulah kenapa cerita ini diberi judul: My Sister's Keeper! Kalau Kate yang tetap meninggal lalu apa arti dari judul My Sister's Keeper itu?? Since there's no keeper on that story. Saya sampai memutar beberapa kali bagian terakhir dari DVD, takutnya ada beberapa scene yang terlewati mungkin karena DVDnya rusak atau apalah, namanya juga DVD bajakan. Tapi tetap saja ceritanya sama juga. Saya masih tidak rela, sampai-sampai saya searching di internet, ternyata banyak juga orang yang kecewa dengan ending film ini yang berlawanan dengan cerita asli dari novelnya. And the biggest question on my head is: How could Jody Picoult let the movie ruin her story?? D'oh!


Vampire Diaries: Another Vampire Story



Iseng-iseng cari serial tv baru. Kata "mbaknya" bilang serial Vampire Diaries lagi laku banget. Atas dasar rasa penasaran saya yang terkadang berlebihan (padahal saya sudah tidak begitu tertarik, vampire story: pasti gak jauh-jauh kayak twilight..), akhirnya saya belilah serial tv ini yang baru memasuki 6 episode. Okay, setelah saya tonton, ternyata perkiraan saya benar. Biasa. Pemeran utama pria kurang menarik. Ceritanya tipikal cerita cinta vampire. Terus.. Oh baiklah, saya gak akan melanjutkan lagi, just watch it! :)

Wednesday, October 21, 2009

I love you, in a really, really big pretend to like your taste in music, let you eat the last piece of cheesecake, hold a radio over my head outside your window, unfortunate way that makes me hate you, love you.




Okay, seems like it's too long for the title, right? But that's the point on my posting anyway. Untuk orang-orang yang hobi nonton serial tv Grey's Anatomy mungkin pernah mendengar judul postingan saya diatas. Di episode itu Meredith (atau Grey, sama saja) mengatakan kalimat yang sama persis dengan judul postingan ini kepada Derek. Bisa dilihat kan, Meredith loves Derek so much sampai-sampai mau berusaha suka apa yang Derek suka padahal Meredith ngga suka sama sekali. Kalimat lanjutannya, kalimat pamungkasnya Meredith yang melegenda di dunia "per-quotes-an": SO PICK ME, CHOOSE ME, LOVE ME. Damn, do you think Meredith just throw herself alone with those words she said? Kalau yang belum pernah nonton dengan lantang pasti menjawab "Absolutely!". Tapi saya pribadi, terkagum-kagum dengan apa yang dikatakan Meredith, berani banget ya Meredith.. Salute! Itu cuma ekspresinya seorang Meredith dalam mengungkapkan kecintaannya kepada Derek, apa salahnya kan?

Kita, seringkali mengalami situasi yang sama dengan apa yang dialami Meredith. When we fall in love to someone, sometimes we become "I love-what you love" person. Langkah pertama berusaha mengetahui hobi pasangan. Dan kemudian berpura-pura mempunyai hobi yang sama. Berpura-pura menikmati hal-hal yang disukai pasangan hanya demi menarik perhatiannya. Oh, salah satu dari kalian yang membaca postingan ini pasti tersenyum atau tertawa atau berteriak "That's me!". Well, okay.. Saya juga. Saya pernah melakukannya. Dia menyukai satu band. Saya tidak. Dikarenakan yang namanya jatuh cinta, saya berpura-pura menyukainya. Tapi untung saya tidak begitu lebainya sampai saya bicara berlebihan ini itu soal band itu. Saya hanya duduk manis, tersenyum, dan bicara secukupnya "Iya, enak..".

Saya tidak mau membicarakan dari sudut pandang telah melakukan sebuah kebohongan. Bukan, bukan itu pointnya. Saya lebih tertarik bagaimana Meredith (atau saya atau siapapapun itu yang juga melakukan kebohongan tipe ini) berkorban demi orang yang dicintainya. Berkorban? Pasti ada yang berpikir terlalu pagi untuk mengkatekagorikan itu sebuah pengorbanan. But have you ever heard that a small thing surely posible become a big thing when it's all about the L word (love anyway..)? Ok, tidak perlu didengar, harusnya dirasakan. Seorang pria mengantarkan pasangannya berbelanja, pretending everything's okay, padahal sudah bosan dan pegal setengah mati. It's a small sacrifice, (it's a small lies also, but hey it's a white lies ^.^) but it means a lot to your loved one. Teman saya, seorang wanita menemani pasangannya bermain basket, padahal ia sama sekali tidak suka; sudah panas, lama, gue nunggu sendiri lagi di pinggir lapangan. Tapi kenyataanya ia tetap melakukan itu berulang kali dan berpura-pura menyukai apa yang dia jalani di depan si pria. And again, it's a small sacrifice, but it means a lot to your loved one.

Saya bukan menyarankan agar menjadi orang yang suka berpura-pura. Tapi terkadang untuk beberapa hal kecil, do the white lies is fine.. :)


Thursday, October 15, 2009

I have no reasons.

pic by cat woman_amy

People do this or that things because of some reasons. My friend has a big crush for a guy for a reason; “He always remember the details, and I love it!”. Another friend resigned from her work because she wants to be a housewife. Another friend decided to propose his ex-girlfriend because he said he falling in love since the girl painted him in a canvas of love. A too dramatic reason, but it his own reason, what could I say? Everyone get their owns reason. No matter it good or bad.

So do I. I resigned from my work because of these reasons: I had the worst GPA ever since I did work, I’ve to prepare my skripshit, the office’s stuffs, and a personal reason. I am choosing the Britney thing on my skripshit because I think I should have a bid of ‘fun stuff’ on that heavy-damn-job, to make some colors on it. I’ve decided to wore the short not the skirt yesterday because I’ve inspired by Woori. Yea, did you see that? Every single thing that we’ve done has reasons.

I’ve found that sometimes, well not sometimes, rarely, we having no reasons for things that we’ve done or happened in our life. I’ve been falling in love with a guy. I really don’t know why-oh-why I could fall in love with him. Okay he’s fun to be with, but hey, some friends could do that. His physic? Duh, I don’t care about the physical things. His “I don’t care to anything-attitude”? Haha, it might be, but I don’t think so. His musicality? Yes a bid of, but doesn’t enough to be a reason. The way he talks? The way he makes a joke? The way he moves? The answer: No, no, and no! Then I stopped looking for the reasons. I don’t really need it. So if he changes to someone who doesn’t have my–reason-to-be-in-love, then my feeling won’t change. Is it makes a sense? :)

Welcome Back! :)

Malam ini saya iseng membuka blog saya yang sudah saya "lupakan" selama empat tahun. Banyaknya situs pertemanan selama ini, seperti Friendster atau Facebook yang sedikit banyak membuat saya tidak pernah menuangkan tulisan saya di blog ini. Oke, start from today, saya janji akan mulai menulis disini lagi! Hmm, saya juga akan memindahkan dulu tulisan-tulisan saya di beberapa blog lain ke blog utama saya ini. Enjoy!


-winda-

Friday, October 07, 2005

just a memory.









pic from womanaround.com

"i love your morning greetings dgn suara nyawa blm ngumpul, kangen bgt" [08:13:29, march '05]